Thung Tjoen Pok

Seperti kita ketahui, hari jadi Sekolah Kesatuan diambil dari tanggal diresmikannya sekolah Prof. Dr. Ir. Thung sebagai sekolah swasta setelah Kemerdekaan Indonesia, yaitu pada tanggal 22 Agustus 1949. Akan tetapi sesungguhnya sekolah ini telah hadir jauh sebelum itu, karena beberapa warga senior, seperti  Thung Tjiang Pek (cucu Thung Tjoen Pok dari putra tertuanya, Thung Tjeng Louw) dan Hanadi Rahardja bisa menceritakan bahwa pada tahun 1936 ketika Thung Tjiang Pek / Ir. Permadi Tirtarahardja (kelahiran tahun 1930) mulai bersekolah di De Hollandsch Chineesche School 2 yang berlokasi di Sukasari, beliau sering melakukan kegiatan kepanduan di satu sekolah yang berada di Gang Aseng. Begitu juga dengan Hanadi Rahardja (kelahiran 1935) yang pada tahun 1947 sd 1950 bersekolah di sekolah dasar De Hollandsch Chineesche School 1 di Empang seringkali berjalan melewati sekolah di Gang Aseng yang belakangan beliau tahu itu adalah sekolah De Hollansch Chineese School Vereeniging, tetapi masyarakat sulit menyebutkannya sehingga dipanggil Sekolah Gang Aseng.

Ir. Permadi Tirtarahardja (Ir. Thung Tjiang Pek)

Menurut dokumen lama yang kami temukan, sekolah di Gang Aseng itu pada tahun 1926 terdaftar sebagai De Hollandsch Chineesche School Vereeniging (Perkumpulan Sekolah Cina-Belanda yang dikenal sebagai HCS) yang berada di tanah seluas 3.845 m2 dengan Eigendom perponding no 361: tg. 23-2-1926 No.230 dan Eigendom perponding no. 368: tg;. 26-10-1926 no 1319, dan terletak di Desa Babakan Pasar, Kotapradja Bogor, yaitu di Gang Aseng juga dari surat ukur tersebut tertera pemiliknya adalaha Thung Tjoen Pok. Selain itu ditemukan laporan keuangan sekolah tahun 1930-31 yang ditulis pada tahun 1932 yang menunjukkan bahwa Thung Tjoen Pok mengatur dan memonitor keuangan sekolah  Gang Aseng, sehingga dapat dikatakan beliau menjadi pengurus sebelum meninggalnya. Dengan bukti-bukti diatas dapat dikatakan bahwa Sekolah Rakyat Prof. Dr. Ir. Thung pada tanggal 22 Agustus 1949 diresmikan di atas tanah hak milik almarhum Thung Tjoen Pok yang telah meninggal dunia tahun 1943. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa De Hollandsch Chineesche School Vereeniging atau dikenal di masyarakat sebagai sekolah Gang Aseng merupakan cikal bakal dari Sekolah Rakyat Prof. Dr. Ir. Thung.

Informasi tersebut sebagaimana tercatat dalam surat ukur no.5/1955 yang diminta oleh “Mr. Thung Goat Nio untuk dan atas nama Jajasan Thung Tjoen Pok” pada tanggal 15 Januari 1955 dan ditanda-tangani oleh Kepala Kantor Pendaftaran Tanah RI, R. Soebali.

Seperti dikisahkan dalam buku yang ditulis oleh P.J. Thung (Putra Prof. Dr. Ir. Thung Tjeng Hiang) yang berjudul Alles is EenMalig: Verhalen en filosofie uit de driehoek Holland-Indië-Indonesia, Prof. Dr. Ir. Thung Tjeng Hiang (1897-1960), keponakan Thung Tjoen Pok, adalah seorang ahli patologi tanaman yang sejak November tahun 1939 bekerja di laboratorium Buitenzorgse ‘Algemeen Proefstation voor de Landbouw (Institut Penyakit Pertanian di Cimanggu, Bogor), dan pada masa peralihan dari Belanda ke Indonesia, tepatnya pada tahun 1948, sebagai Profesor Fitopatologi membantu pembentukan Fakultas Pertanian UI (yang sejak 1 September 1963 disebut IPB – Institut Pertanian Bogor)

Prof. DR. Ir. Thung Tjeng Hiang

Sepertinya pada waktu yang sama, banyak orang tua yang gelisah karena anak-anak mereka tidak dapat melanjutkan sekolah setelah “satu Taman Kanak-kanak Partikulir di Bogor ditutup”(diduga karena pendudukan Jepang tahun 1942-45 dan masa agresi Belanda 1947-1948). Prof Dr. Ir. Thung Tjeng Hiang bersama dengan anak tertua Thung Tjoen Pok yaitu Ir. Thung Tjeng Louw menyelenggarakan pertemuan kilat dengan para orang tua tersebut dan ahli-ahli pendidikan yang menghasilkan bantuan modal dari para pengusaha penggilingan beras di Bogor, sehingga terwujud peresmian sebuah sekolah rakyat pada tanggal 22 Agustus 1949, lengkap dengan susunan badan pengurus (1949-1951) sebagai berikut:

    • Ketua: Prof. Dr. Ir. Thung Tjeng Hiang
    • Ketua Muda: Kwee Sian Tie
    • Penulis: Lauw Sin Liang/Lie Giok Keh
    • Bendahari: Gouw Hock Soey/Thung Liong Hie
    • Pembantu2/Anggota-anggota : Ir. Thung Tjeng Louw, Dr. Lim Biauw Hwat, Kam Koen Giok, Tjan Kim Siang, Shie Tian Hoa, Oey Jan Giok
Ir. Thung Tjeng Louw

Dari susunan keanggotaan pengurus di atas, tampak bahwa Ir. Thung Tjeng Louw sebagai putra tertua Thung Tjoen Pok turut serta dalam pembukaan kembali sekolah di Gang Aseng pada tahun 1949,  dan hal ini jelas menunjukkan keberlanjutan kontribusi Thung Tjoen Pok dalam dunia pendidikan di kota Bogor. Thung Tjeng Louw memperoleh gelar Insinyur Pertanian dari Universitas Wageningen – Belanda pada tahun 1925 dan merupakan sepupu dari Thung Tjeng Hiang yang juga menyelesaikan pendidikan pada universitas yang sama.

Perlu dicatat bahwa sekolah tersebut diberi nama Sekolah Rakyat Prof. Ir. Dr. Thung karena Badan Pengurus serta keluarga Thung Tjoen Pok menilai Prof. Dr. Ir. Thung Tjeng Hiang salah satu keluarga yang bertitel dan layak digunakan sebagai nama sekolah yang saat itu memang harus berganti nama Indonesia. Awalnya Thung Tjeng Hiang menolak  karena beliau sejak tanggal 10 Agustus 1949 telah berhenti bekerja di Institut Penyakit Tanaman untuk menerima tawaran untuk bekerja di Universitas Wageningen di Belanda, sehingga tidak lama setelah Sekolah Prof. Dr. Ir. Thung berdiri, pada tanggal 10 September 1949 tercatat bahwa Prof. Dr. Ir. Thung Tjeng Hiang berangkat ke Belanda untuk menduduki jabatannya yang baru di The Institute of Plant Pathology of Wageningen Agricultural College (Landbouiwhogeschool) di mana beliau dikukuhkan sebagai Professor of Virology pada tahun 1950